• Enter Slide 1 Title Here
  • Enter Slide 2 Title Here
  • Enter Slide 3 Title Here
  • Enter Slide 4 Title Here

10.03.2013

---

pengalaman pertama ikut lomba debat bahasa arab tingkat provinsi...
gak nyangka aja tiba-tiba ditunjuk buat ikut lomba,
padahal klo dilihat dari sisi kemampuan,masih banyak banget yang lebih mampu..
tapi ya gak apa juga see,skali-kali ikut buat nambah pengalaman aja..
bertiga bareng lutfiatul farida sama setya widyastuti debat bahasa arab,
ada juga rivani trizonanda,esti kukuh,sama aidatuz zakiyah debat bahasa inggris.
dan official kita ustadzah farida....
selasa pagi kita berangkat ke tempat musabaqoh yang kebetulan untuk saat ini dilaksanakan d bangkalan,madura.
rombongan kafilah kabupaten malang.
malemnya ada pembukaan musabaqoh yang dilakukan di alun-alun kota bangkalan.
kita -peserta-jalan keliling alun-alun sebelum acara dimulai...
pas akhir acara dimulai lah pesta kembang api,,ruuaaameee  bangettt
kembang apinya juga bagusss bangeettt!!!
*dua jempol deh!!

selesai acara pembukaan ternyata lomba debat bahasa arab berbeda tempat dengan lomba bahasa inggris,akhirnya malem itu juga kita berpindah ke tempat lain-pondok pesantren Al-Hikam burneh,bangkalan.
paginya perlombaan langsung dimulai kita-kabupaten malang-dapat urutan ke 12 debat lawan kota kediri...
tema yang kita bahas adalah "pemimpin diktator yang kuat lebih baik daripada pemimpin muslim yang lemah"
nah kebetulan kita sebagai kelompok pro...
nah kan???bayangin tuh tema paling susah diantara yang lainnya,
ustadz alimin ja dari awal dah bilang klo tema yang itu kayaknya emang udah salah!!
ya udah alamat,dalam waktu yang super sempit kita coba cari2 argumen yang kira-kira kuat.
waktu berjalaan terus hingga akhirnya selesai babak penyisihan,,,
hahahha,,,
tinggal nunggu pengumuman aja..
deg..deg...deg


*Bangkalan,4 oktober 2013

10.02.2013

sapu jagat-kita

ALLAH....
jadikan kami wanita-wanita yang mampu menebarkan kebaikan,istiqomah di jalanNya dan jadikanlah kami,,,
.Seberuntung Khodijah
.Secerdas Aisyah
.Sekaya Bilqis
.Sesabar Maryam
.Seindah Fathimah
.Sekeibuan Asiyah
.Seikhlas Khansa'
.Sebarokah Atikah
.Secantik Shofiyah
.Seberani Khaulah binti Azwar
.Sedermawan Zainab binti Jahs
.Seagresif Zulaikha
Allah...
kupinta pula padaMu,,berilah  kami sosok pemimpin yang kan membimbing kami menuju SurgaMu,yang kan sempurnakan separo agama kami,,,yang kan menjadi ayah bagi para mujahidah-mujahidah kami....
pertemukan kami dengan lelaki yang,,,
-Setampan nabi Yusuf
-Sesabar nabi Ayyub
-Sezuhud nabi Khidir
-Seberani nabi Musa
-Setaqwa nabi Ibrahim
-Setegar nabi Nuh
-Semerdu nabi Daud
-Setabah nabi Zakariyya
-Sesetia nabi Adam
-Setaat nabi Ismail
-Secerdas nabi Isa
-Sefriendly nabi Harun
-Sefashionable nabi Idris
-Seperkasa nabi Hud
-Seromantis dan sekaya nabi Sulaiman
dan berakhlaq karimah layaknya Rasulullah Muhammad saw.

Amieen ya rabbal 'alamin...

*ini do'a sapu jagat kita-marhalah VI angkatan 1-
biasa dibaca pas hbis adzan berkumandang.


                                 "itsnata 'asyrota 'aina"

.zizi novia putri                                                           .laily rachmah ihsani
   .afifah sholiha                                                       .yeni ocktavia
      .zivora                                                            .ulin nuha fillah
.lutfiatul faridah                                                           .soraya ulfah
  .noor shifa                                                                       .nanda qonitah
           .amitha putri                                                      .rusydina izzati

10.01.2013

pagi-pagi,,,
lagi enak-enak belajar materi buat debat,tiba-tiba  disuruh buka email...

pas buka ternyataa ada inbox dari orang yang sangat kita hormati...
ustadz Alimin Mukhtar S.sos.i
beliau ngirim materi debat,trus di akhir-akhirnya ada sisipan surat buat kita,,,
nasehat+wejangan beliau...
 
 
Assalamu 'alaikum,
Ini saya kirim 3 naskah yang mungkin bermanfaat, atas permintaan Esti
Tentang hak waris, demokrasi, dan kepemimpinan
Kalau ada kesulitan lain tentang bahan, hubungi saya lagi lewat sms
Saya usahakan membantu sebisa saya

Oh ya, titip pesan untuk semua
Niatkan untuk syi'ar Islam, bukan menonjolkan diri dan pamer
Demi mempererat ukhuwah, bukan bersaing dan bermusuhan
Semoga bermanfaat

Wassalam

MQK

Assalamualaykum,,,,
posisi sekarang lagi ada di madura,ber-enam sama temen-temen
mencoba memberikan yang terbaik untuk islam,
menyebarkan syiar dan mencari pengalaman baru,,,
kita lagi ada lomba Musabaqoh Qiro'atul Kutub.
mewakili malang...
do'ain ya moga lancar dan bisa ngasih yang terbaikk,,,


_Bangkalan,Madura.

9.17.2013

Teknologi yang menelan

Saya bukan pakar intelijen, pun bukan pakar teknologi, saya ini mentoknya hanya di: ahli fiksi. Sejauh ini ada dua novel saya yang menulis tentang konspirasi, termasuk memanfaatkan teknologi di dalamnya. Itu saja mentoknya sy sebgai pengamat konspirasi amatiran. Sebagai penulis fiksi, kadang imajinasi saya berlebihan dan tidak kontekstual. Sebagai orang yang hidup di dunia nyata, sebaliknya, saya justeru tidak suka berpikir yang aneh2, berprasangka buruk. Saya bahkan menjauhi orang2 yg hidupnya berprasangka negatifff melulu. Saya akuntan, dilatih untuk melihat bukti atas setiap transaksi, dan berbagai prinsip lainnya yang sangat material.

Akan tetapi, mungkin menarik saya share hal2 berikut ini. Kalian berhak punya pendapat yang berbeda, itulah guna akal pikiran masing2, semua orang bisa mengeksplorasi pemikirannya.

Menurut hemat saya, teknologi di dunia ini pada akhirnya akan mengerucut kepada sebuah titik saja: informasi.

Ini simplifikasi atas sebuah diskusi besar. Tapi saya tidak menemukan penjelasan lain, sepertinya memang sesederhana itu: informasi. Siapapun yang menguasai informasi, maka merekalah yang menguasai dunia ini. Bukan senjata nuklir, bukan pula senjata kimia. Itu hanya turunan dari informasi. Pun sama, cadangan minyak dunia, bisnis energi, itu juga turunan dari informasi. Semua orang yang memiliki ambisi besar, ingin berkuasa secara politik, ingin memiliki imperium bisnis raksasa, atau simpel hanya ingin merilis lagu dan film baru, mutlak membutuhkan informasi. Dengan informasi yang akurat, maka mereka bisa melancarkan strategi terbaik.

Maka ilmu pengetahuan dunia bergerak maju dalam teknologi informasi ini. Menakjubkan. Baru dua puluh tahun lalu dunia ini masih gelap gulita dalam teknologi informasi. Hanya segelintir orang punya pesawat telepon di rumah tahun 1993, hari ini nyaris seluruh dunia memiliki telepon genggam. Kecepatan penyebarannya lebih mengagumkan dibanding (maaf) endemik penyakit. Tahun 2000, orang2 masih banyak memegang HP jadul sebesar lengan, yang bisa buat nimpuk, hari ini, smartphone membanjiri pasaran--juga sama, tetap bisa buat nimpuk sih.

Tahun 2005, kita belum bicara tentang kekuatan jejaring sosial, hari ini, salah-satu jejaring sosial mempunyai anggota satu milyar lebih. Mereka memiliki pengguna begitu massif. Teknologi informasi berkembang amat cepat, tidak tertahankan. Dan di tengah gelombang kemajuan itu, tidakkah orang2 mulai menyadari, informasi adalah kekuatan terbesar yang ada.

Siapapun yang memiliki ambisi berkuasa, harus tahu persis informasi yang dia miliki. Bila perlu tahu sedetail2nya. Jangankan buat produser yang merilis film agar box office, kalian yang lagi jatuh cinta dgn seseorang saja, ingin tahu sekali seperti apa gebetan kalian itu. Kapan dia buka facebook, apakah dia ngintip profile kalian, apakah dia kirim message ke teman2nya, dan membicarakan tentang kalian, dsbgnya.

Kita telah tiba di titik ketika semua orang dengan senang hati membagikan informasi miliknya. Penyebaran perangkat komunikasi ke seluruh dunia adalah 'vessel' alias kendaraan paling efektif mengumpulkan informasi tanpa paksaan. Cepat atau lambat, misalnya, saat gagdet dilengkapi dengan pemindai sidik jari, tanpa susah payah, ada pihak yang segera punya data lengkap sidik jari orang2. Banyak manfaatnya, tentu saja, ketika ada pelaku kejahatan di sebuah tempat, ketemu sidik jarinya, dengan mudah ketemu orangnya, bahkan ketahuan dia kemarin menelepon siapa, habis update apa. Tapi segala sesuatu memiliki dua sisi, jika kita belum mampu melihat dampak negatifnya di tahun2 mendatang, bukan berarti semua akan baik2 saja.

Sedangkan aplikasi di dalamnya adalah content paling atraktif menggoda para pengguna. Jejaring sosial misalnya, data-data personal di kumpulkan, baik bagi perusahaan yang memang berkepentingan atas bisnisnya, maupun bagi pihak lain dengan agenda yang berbeda. Pun termasuk pemerintah berkuasa, yang bisa memerintah siapapun. Semua informasi itu bisa dimanfaatkan buat apapun. Mulai dari level rendah, ecek-ecek, hingga level tinggi, menyerbu dan menguasai sebuah negara.

Berlebihan? Tergantung. Seberapa penting atau tidak kalian. Jika kalian adalah nasabah kartu kredit dengan catatan transaksi baik, maka sy jamin, bukankah setiap minggu pasti ada yang menelepon menawari asuransi dan produk keuangan lainnya? Jika kalian lebih penting lagi, nasabh besar, maka lebih tinggi lagi pemanfaatan informasi tsb, termasuk hal positif memang, seperti tiba2 ada yang menawari real bisnis. Tapi jika kalian hanya simpel pengguna internet sederhana, paling mentok dapat email SPAM dari Afrika yang menawarkan USD 10 juta.

Kita tidak akan bisa mencegah gelombang ini, orang2 akan menggunakan informasi yang telah kita berikan (termasuk penjahat di sekitar kita bisa memanfaatkannya). Maka saran saya, mulailah berpikir matang, gunakanlah teknologi lebih dewasa. Kita semua tersambung dalam sebuah jaring laba-laba raksasa yang menghimpun informasi. Buat sekat yang jelas. Jejaring sosial, seperti facebook misalnya, bukan tempat kita bebas meletakkan apapun. Kejadian remaja wanita diperkosa atau dilecehkan oleh kenalan di jejaring sosial itu gunung es. Pucuknya saja yg terlihat di berita2, sedangkan dalamnya, banyak yg malu, memilih tutup mulut tidak cerita kemana2. Pun kejadian2 lain serupa.

Jaga anak2 kita dari teknologi. Usia enam tahun, sudah jago berselancar di dunia maya, itu bukan kebanggaan. Repot jika malah mikir sebaliknya. Sama dengan anak usia tiga belas, sudah bisa ngebut di tol, sudah bisa pacaran, kacau sekali kalau orang tuanya mikir malah bangga, atau orang di sekitarnya menganggap itu keren, diidolakan. Ada batas ketika anak2 kita memang masih rentan dan tidak bisa bertanggung jawab atas prilaku mereka sendiri.

Silahkan pikirkan baik2 masalah ini. Teknologi yang berada di sekitar kita, tidak sesimpel untuk seru2an, asyik2an, dan senang2 saja. Setidaknya pastikan kita tidak ditelan oleh teknologi itu, menghabiskan banyak waktu untuknya, tanpa memperoleh manfaat yang setimpal. Jika kalian tidak sependapat dgn catatan ini, tidak perlu repot2 membantah di kolom komen. Tinggal buat tulisan sendiri di profile masing2. Itu akan lebih bermanfaat membesarkan cara berpikir, bukan membesarkan jempol dan jari mengetik komen. Dan jelas, itu salah satu contoh memanfaatkan secara positif jejaring sosial di sekitar kita.

*Tere Lije

menyayangi-

*Menyayangi masalah kita

Saya suka majalah anak-anak, dulu waktu kecil, usia SD, sy paling suka membaca majalah anak-anak. Dulu ada TomTom, juga BoBo, dan judul2 lainnya. Sekarang, sudah punya anak satu, saya juga masih suka baca majalah anak-anak. Hehe, jadi kalau ada majalah anak2 di rumah, di ruang tunggu, di mana saja, pasti dibaca dari halaman depan hingga halaman belakang, bersih. Termasuk baca puisi yang ditulis anak2, memperhatikan lukisan yg digambar anak2.

Kalian tahu, menurut saya, dunia anak2 itu selalu istimewa.

Saya juga menulis catatan ini karena barusaja membaca majalah anak2, BoBo. Edisi lama malah, November 2012. Di salah-satu artikelnya, saya membaca seorang anak bernama Meylan, dia tinggal di pulau terpencil di kelilingi laut luas Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Nah, si Meylan ini, kalau sekolah harus menyeberangi laut dengan sampan, lantas berjalan kaki, kemudian mendaki lereng, karena sekolahnya terletak di pulau berbeda, di atas bukit pula. Tinggi lerengnya adalah 56 anak tangga besar2.

Saya kira, ribuan anak2 lainnya di seluruh Indonesia juga harus berjuang tiba di sekolahnya. Ada yang menyeberangi sungai, ada yang akrobat di jembatan rusak, ada yg membawa obor karena jalan kaki melintasi hutan pagi buta, ada yang melintasi pematang sawah, dsbgnya, banyak sekali yg seperti Meylan.

Tapi yg satu ini istimewa sekali. Membayangkan Meylan naik sampan, lantas jalan kaki, lanjut mendaki bukit saja sudah melelahkan, apalagi kalau menjalaninya sendiri. Itu perjalanan fisik yang melelahkan bagi anak kecil. Dan dia harus melakukannya setiap hari. Berangkat pagi, pulang sore. Sepanjang tahun, bertahun2. Maka istimewa sekali saat Meylan ditanya bagaimana agar dia tidak capek? Dia menjawab: "Kusayangi jalanku supaya kakiku tidak mengeluh capek." Jawaban yang sederhana sekali, Meylan menyayangi jalan tersebut agar dia tidak mengeluh capek.

Inilah kenapa sy suka membaca majalah anak2. Karena selalu saja ada hal cemerlang dari dunia anak2.

Meylan tidak membenci jalan yang harus dia lewati (jalan dalam arti sebenarnya), dia tdk membenci naik sampan, jalan kaki, juga mendaki bukit tinggi. Dengan semua keterbatasan, dia memutuskan menyayangi jalan tersebut, agar kakinya tidak mengeluh capek.

Maka, apakah kita orang dewasa telah menyayangi semua kesulitan yang kita hadapi? Hidup ini memang banyak masalah, ada yang mentok di pekerjaan menyebalkan bergaji rendah, ada yang mentok di rumah saja tidak bisa kemana2, ada yang mentok gagal terhambat inilah, ada yang kecewa berat terhambat masalah itulah. Tapi apakah kita akan marah-marah atau sebaliknya dengan semua situasi tersebut? Atau kita akan belajar dari Meylan, menyayangi masalah yang sedang kita hadapi, agar kita tidak banyak mengeluh. Kalau kita ingin marah2, maka ingatlah kisah si Meylan ini, dia memutuskan untuk menyayangi jalannya, termasuk 56 anak tangga itu, supaya kakinya tidak mengeluh capek.

Sungguh, anak2 di sekitar kita kadang memberikan pelajaran keren. Dan saya menulis di salah-satu buku (eh, sebenarnya di banyak buku2 itu); bukan anak2 yang selalu belajar banyak dari orang dewasa, dalam situasi tertentu, kitalah, orang dewasa, yang belajar banyak dari anak2 di sekitar kita. Jadi bukalah mata kita, mari belajar dari mereka.

Demikian.

tere-liye

*Kisah cinta klasik

Bang Tere dengan pemahaman baik, apakah masih mungkin kita mengalami haru-biru kisah perasaan? Merasakan semua kebahagiaan? Karena jadinya nggak boleh pacaran, nggak boleh berduaan, nggak boleh macam-macam?

Jawabannya, tentu saja masih. Absolut. Mutlak. Masih.

Akan saya ceritakan sebuah kisah klasik tentang cinta. Tidak detail--karena tentu saja yang tahu detail adalah yang bersangkutan, dan saya takut salah menceritakannya, tapi cukup untuk memberikan gambaran, bagaimana ketika pemahaman baik membungkus sebuah kisah cinta.

Adalah seorang pemuda, tinggal dan dibesarkan oleh anak pamannya. Sejak kecil dia selalu dekat dengan orang yang mendidiknya ini, malah jadi favorit dan dalam berbagai kejadian amat sangat diandalkan oleh orang yang mendidiknya. Pemuda ini tumbuh besar, gagah, pintar, cemerlang. Banyak sekali gadis yang naksir padanya. Siapa tidak? Tapi pemuda ini punya rahasia kecil, dia jatuh cinta pada seorang gadis? Siapa gadis itu?

Gadis itu adalah anak dari orang yang telah mendidiknya sejak kecil. Mereka hampir sebaya. Karena sejak kecil pemuda ini tinggal di rumah orang yang membesarkannya, tidak sulit membayangkan cinta tersebut tumbuh. Sering bertemu sejak kecil, bahkan boleh jadi teman bermain sejak kanak-kanak. Mereka hampir sebaya, si pemuda lebih tua beberapa tahun saja. Tapi, hei, gadis ini adalah anak dari orang yang mendidik, menampung, membesarkannya, dan amat dihormatinya, bukan? Dan diluar itu, gadis tersebut juga tumbuh cantik, pintar, cemerlang. Tidak kurang orang2 besar yang hendak meminangnya.

Nah, ternyata, rahasia yang sama juga tumbuh di hati si gadis tersebut. Saya tidak tahu bagaimana persisnya perasaan itu tumbuh. Doa-doa dikirimkan ke langit. Tapi dua orang ini adalah orang2 terbaik di jamannya, amat cemerlang pemahamannya, mereka tidak akan melanggar batas, bahkan saling melirik pun tidak berani, apalagi berduaan, bicara tentang perasaan secara terbuka. Saya tidak tahu berapa lama perasaan itu terpendam, yang pasti si gadis telah berkali-kali dilamar. Andaisaja lamaran itu diterima orang tuanya, maka boleh jadi padamlah kesempatan itu. Binasalah perasaan cinta tersebut.

Lantas bagaimana akhirnya mereka bisa bersatu? Tuhan yang mengirimkan perintah agar mereka menikah. Ya Allah, itu menakjubkan sekali. Orang-orang hari ini sering lupa, jodoh adalah rahasia milik Allah, maka kisah ini adalah bukti nyata bagaimana skenario paling terlihat atas keterlibatan Allah. Si pemuda menjual perisai perangnya untuk pernikahan tersebut, pembeli perisai tersebut (yg juga adalah orang terbaik di jaman itu) mengembalikannya, sebagai hadiah pernikahan. Dan menikahlah pasangan muda ini. Hingga si gadis itu meninggal, pemuda tersebut tidak pernah menikah lagi--meskipun boleh dan banyak orang di sekitarnya yang melakukannya. Gadis itu cinta pertamanya, dan sebaliknya, pemuda itu cinta pertamanya. Banyak sekali kisah mengharukan setelah mereka menikah. Pengorbanan atas cinta. Kisah bahagia, kabar duka, semuanya mereka lalui. Cinta hingga meninggal.

Silahkan rubah nama pemuda itu dengan Ali Bin Abi Thalib, dan ganti nama gadis itu dengan Fatimah putri Muhammad Rasul Allah. Itulah kisah cinta pasangan yang memiliki pemahaman baik.

Hingga hari ini, Kawan. Jodoh tetap hak mutlak Allah. Tentu saja kita tidak akan menemukan lagi ada perintah langsung menikahlah dengan siapa. Tetapi skenario jodoh itu tetap berjalan dalam skenario Allah. Mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah. Mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah.

Apakah kita bisa mengalami perasaan cinta yang agung? Bisa. Dan terlepas dari akan seperti apa mengharu biru perasaan kita. Kesedihan. Pengharapan. Menunggu. Bersabar. Maka selalu bentengi dengan pemahaman yang baik. Ada kaidah2 agama yang tidak bisa dilanggar, ada peraturan2 yang tidak bisa diabaikan.

Semoga dipahami.

*Tere Lije



> repos bang tere

8.12.2013

hehehe,,,
liburan ini akk buat-buat slide video dari foto-foto yang ada
mulai dari uter,hadiah buat ustadzah sholihah dan lain-lain...
maunya se di upload di youtube,,
biar temen-temen yang lain juga nyimpen gitu,,
hehehe...
http://youtu.be/4w767hhA1LY
kalo yang ini foto-foto pas uter-
lucu-lucu kalo liat ekspresi temen-temen,,,
ngakak dewe...


8.11.2013

akk-

hmm,,,
rasanya lama banget gak pernah posting lagi,,,
gak sempet siihh,,
selalu gak ada waktu buat nulis...
kemaren pas hari pertama liburan..
mamiku sakit boy,,masuk rumah sakit segala lagi..
jadi,,,
akk yang gantiin semua tugas rumah tangganya,
coz cuma akk anak cewek yang tersisa dirumah,yang lain dah pada ikut suaminya,trus adek2ku juga masih pada kecil2..
alhasil akk yang harus ngurus rumah,,,
mulai dari masak,cuci baju,cuci piring,bersiin rumah,nyiapin sekolah adek-adekku...
wes pokoknya ribet deh,,,
tapi alhamdulillah deh,sekarang mami dah sembuh yaa,,walaupun belom sembuh total juga seee,,,
tapi kan gpp,yang penting dah pulang,,
hehehe....
bisa lebaran bareng,,,,

7.26.2013

tentang kerinduan-

puisi rindu

entah kenapa
hati ini merasa kehilangan
akan sesosok kepribadian
yang begitu lembut

yang menemani dalam kesendirian
yang menghangatkan dikala hati membeku
hari-hari dalam kebersamaan
mungkinkah hanya tinggal kenangan belaka

canda tawa bersamamu
kini hanya penantian
tutur sapa dengan dirimu
kini hanyalah impian semata

jauh tatapan untuk bertemu
jauh kata untuk menyapa
walau jarak membentang menghalangi
namun hati menanti hadirnya dirimu

Puisi Rindu

Segurat wajah sendu... Seuntai syair pilu...
Sepotong hati yang berbalut rindu..
Rindukan hadirmu, rindukan senyummu..
Tuhan di Surga.. trimakasih tlah kau Kirim
Dia yang sangat berarti
Untuk hidupku
Dia pelangi hatiku, warnai hariku...
Sepotong asa didada untuk tetap ada, takkan sirna
Kini... nanti... dan sepanjang masa.

Puisi Rindu

Awalnya ku tak sungguh2 mnyukaimu
kemudian sedikit demi sedikit
Ku mulai mnyayangimu
Tapi kini kau seperti
Semkin terasa jauh dariku
Tak tahu ku kenapa begitu
Seperti daun yang tertiup angin
Entah sanggup ku raih entah tidak
Aku merindukanmu
Sangat amat merindukanmu
Aku hanya bisa menuliskannya pada Selembar kertas putih yang bersih
Betapa ku merindukanmu
seperti ratusan liter air yang berada di pantai
seperti itulah rinduku padamu

Tentang Rindu

Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta
Semoga kerinduan ini kan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna
Dan dapat membuat ku bahagia

Cinta dan Rinduku Padamu

Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu
Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu
Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu
Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.

Rindu

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan
Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu
Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran

Untuk Ku

Lidah membuat kita terluka
Hingga…
Ego membuat kita terpisah
Aku pergi ke heningan malam
Engkau pergi ke ujung jalan
Tanpa menoleh lagi kebelakang
Di tepi pasir putih ini
Aku kembali merenungimu
Mengapa pengorbanan untuk cinta kita
Tak di anggap ada
Aku kembali kesini
Tempat di saat kita berpisah
Karena rinduku padamu
Berharap kau berfikiran sama
Kembalilah untukku dari ujung jalan sana

Senja Yang Indah

Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna
Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu
Kini tentangmu kujadikan crita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap
Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi
Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu
Engkau adalah kisah terindahku

Yang Terjadi

Apa yang akan terjadi pada Diri
Sudah tertulis di Kabut Gunung Giri
Walau seperti menguap di Tengah Hari
Itu masih nyata tertera di Cosmic Memory
Tapi aku harus terus Menyanyikan Lagu
Itulah hiburan melepas Rindu Kalbuku
Rindu kepada yang pernah menemaniku semasa waktu
Kepada Dia yang membuatku terlena
Aku tak mampu
Membuat jadi lebih baik seseorang
Biar kubaca Puisi hanya untuk Batu Karang
Karena Rinduku kepadaNya, Dulu dan Sekarang



#rinduakansemuatentangmu :)

hari ini-aku

jiaaaah,,,
hari ini agendanya jalan-jalan hunting baju ma temen-temen,,,
setelah sebelumnya ditunda karen harus ikut rapat mendadak..
hehehehe,,,
hunting baju di sardooo,,lumayan murah lah,,pas dikantong...
rencananya se mau beli baju buat lebaran,tapi gak ada yang cocok ma akk..
alhasil deh,gak jadi beli baju buat diri sendiri,akhirnya...
beliin baju buat papi-mami dirumah..
sadar kalo selama ini belom bisa ngasih apa-apa ma mereka..
hehehehehe 
setelah capek muter-muter nyari baaju yang pas,
kita turun kebawah,nyari peralatan-peralatan,,
maunya oleh-oleh buat ustadzah...
gak nemu-nemu alias bingung mau ngasih oleh-oleh apa..
hehehehehe :)
akhirnya ya,ambil ajaa yang sesuai,,,

hmm,,
pas udah nemu smua keperluan,kita ke kasir deh..
pas ditotal hasil akhir belaanja kita Rp 598 850
jiaaaahhh,,,,banyak banget ya...
itu belanjaan cuma buat orang 4 doang..
hehehehe :)
habis itu pulaang deh,,,
bawa belanjaan banyak,kayaak habis dari pasar loak aja..
hahahaha :)


pas dhuhur kita baru nyampek dikamar,
habis itu langsung ke atas kasur,tidur...
baru aja berapa menit udah ditelpon,,suruh ikut rapat..
jiaaahhh...
pas aku dateng ke tempat rapat,hehehehe...
malunya akk,rapatnya udah diakhiri..
hehehehehe..
sumpah deh,malu setengah mati!!
hahahaha...

#ceritahariini :)

7.19.2013

imam al-ghazali

Imam Ghazali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?” 
Adiknya pun menjawab, “Hari senin.”
Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, lalu beliau menciumnya, Menggelarnya dan kemudian berbaring diatasnya s…ambil berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.
“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku
Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.
Source http://www.ghazali.org/

lagi-kisah berhikmah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebenarnya cerita ini sudah banyak tersebar di banyak blog dan tempat lain, tapi… saya hanya ingin berbagi kepada sahabat semuanya satu kisah yang membuat saya terharu saat pertama kali membacanya….
Semoga kita senantiasa mampu mengingat dan memaknai cerita ini untuk terus berbenah dan menjadi berbekal,
Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.
Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.
Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”
Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di’tewas’kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.


 http://virouz007.wordpress.com

kisah penuh hikmah

Garam dan Telaga


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

bahagia??

Alasan setiap manusia menuntut ilmu setinggi-tingginya baik dengan pendidikan formal di sekolah atau pelatihan-pelatihan, bekerja siang dan malam membanting tulang tanpa kenal lelah, mulai dari Pak Petani di sawah dan ladang sampai ke Pak Presiden di istana megah nan menjulang, adalah karena satu dorongan yaitu demi meraih kebahagiaan. Namun, mengapa kebahagiaan itu tak jua kunjung didapat? Mengapa hidup ini tetap saja terasa ruwet, sumpek, tidak bahagia walau kekayaan sudah ditangan, jabatan tinggi sudah berhasil diraih, bahkan popularitas sudah pula diperoleh.
Tulisan ini saya peruntukkan bagi mereka, para pencari kebahagiaan, tak terkecuali diri saya sendiri, agar dapat kembali mengingat apa hakikat sebenarnya dari usaha mencari kebahagiaan ini
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, arti kata kebahagiaan adalah kesenangan dan ketentraman hidup yang bersifat lahir dan batin. Demi meraih kebahagiaan ini, manusia rela melakukan apa saja walau sampai harus melukai dirinya sendiri. Permasalahannya, kadang kita keliru dalam memahami konsep kebahagiaan yang akibatnya membuat kita keliru pula dalam cara mewujudkannya. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa kebahagiaan itu bersumber dari tiga hal yaitu; kekayaan, popularitas, dan kekuasaan.
Sebut saja seorang ayah yang sedang menasehati anaknya untuk rajin belajar di sekolah. Sudah tidak asing lagi rasanya ditelinga kita bahwa sang Ayah akan berkata,
“rajin-rajin lah belajar di sekolah ya nak, agar kamu jadi orang pinter, kalo kamu pinter kamu bisa bekerja di tempat yang bagus, jadi kamu bisa punya uang yang banyak, bisa punya rumah yang bagus, bisa hidup layak dihargai dan dikenal masyarakat, dan tentu suatu saat bisa juga membantu orang-orang yang lemah”.
Sekilas, memang tidak ada yang salah pada kalimat sang ayah, bahkan mungkin terdengar mulia, karena sang ayah mendidik si anak agar menjadi orang yang dermawan. Namun, apakah kalau tidak bisa jadi orang kaya, lantas semua kebahagiaan itu akan sirna? Lalu bagaimana dengan nasib orang yang terlahir dengan kondisi tidak sempurna, seperti cacat tidak memiliki kaki atau tangan, sehingga tidak mampu melakukan apa-apa selain meminta pertolongan; atau bagaimana dengan nasib orang yang lahir dari keluarga miskin seperti dibelahan dunia Afrika sana? Jangankan memikirkan pendidikan, memikirkan masalah makanan untuk esok hari saja amatlah sulit. Apakah kebahagiaan hanya untuk mereka yang kebetulan bernasib baik lahir dengan kondisi sehat dan serba lengkap? Atau kebahagiaan hanya milik mereka yang sukses mendapatkan harta berlimpah, terkenal, dan punya jabatan penting? Dimanakah letak keadilan Tuhan?
Kesalahan dalam memahami konsep kebahagiaan dapat berakibat sangat fatal. Contohnya, fenomena yang terjadi di Jepang. Jepang dikenal dengan negara super power dalam hal kekuatan ekonomi, teknologi, maupun karakter manusianya yang sangat santun, taat aturan, pekerja keras, jujur, dan juga sangat ramah. Namun disisi lain, Jepang juga sangat terkenal sebagai negara yang sangat tinggi angka bunuh dirinya. Pihak kepolisian Jepang mencatat kasus bunuh diri di Jepang mencapai sekitar 33 ribu orang pada tahun 2009 atau sekitar 100 orang setiap harinya. Bayangkan! ada 100 orang setiap hari bunuh diri di Jepang. Celakanya, fenomena bunuh diri ini berada pada urutan tertinggi dari penyebab kematian di Jepang untuk orang yang berumur antara 20-39 tahun, yaitu umur produktif dalam bekerja.
Lembaga-lembaga penelitian masyarakat mengungkapkan bahwa penyebab utama dari tingginya angka bunuh diri ini adalah karena depresi mental akibat tekanan ekonomi dan sosial. Sungguh paradoks rasanya mengingat Jepang sebuah negara yang kaya, dengan penduduknya yang rata-rata berpendidikan tinggi, fasilitas pemenuh kebutuhan dan kesehatan tersedia dengan lengkap, namun tetap saja masyarakatnya tidak juga dapat memperoleh kebahagiaan; sehingga memilih mati bunuh diri karena putus asa menjalani pahitnya kehidupan.

Dalam upaya meraih kebahagiaan, sering kali kita keliru dalam membedakan mana kesenangan dan mana kebahagiaan. Hal ini mengakibatkan kita terjebak pada kesenangan yang tidak membawa pada kebahagiaan. Untuk itu kita harus dapat membedakan dengan baik antara kesenangan dan kebahagiaan.
Menurut ilmu kedokteran, kesenangan adalah aktifitas yang dapat diamati secara fisik pada otak manusia yang terjadi akibat dirangsangnya saraf “pusat kesenangan” atau “pleasure center”. Saraf yang dirangsang ini akan menghasilkan mekanisme hormonal, yaitu keluarnya suatu zat kimia dari neuron di otak yang mengakibatkan timbulnya rasa enak, senang, dan nikmat. Jadi, untuk memperoleh rasa senang, mudah saja caranya, yaitu dengan merangsang saraf pusat kesenangan ini, misalnya dengan obat-obatan tanpa perlu bekerja atau bersusah payah. Sayangnya hal ini tidak dapat bertahan lama. Sementara kebahagiaan adalah keadaan yang berlangsung lama, tidak sementara, yang berhubungan dengan penilaian pada kehidupan secara keseluruhan. Kegagalan dalam membedakan makna kesenangan dan kebahagiaan membuat kita sering kali terfokus pada pemenuhan kesenangan, bukan kebahagiaan itu sendiri.
Tidak semua kesenangan membawa kebahagiaan. Sudah sering kita temukan fakta-fakta bahwa orang-orang yang secara umum dianggap bahagia, malah tidak merasa bahagia. Contohnya artis-artis terkenal yang malah stres karena tidak memiliki kehidupan pribadi yang normal akibat ketenarannya sendiri, seorang politikus yang malah menjadi sakit jiwa karena bangkrut akibat kalah kampanye, atau seorang konglomerat kaya raya yang merasa depresi tidak bahagia karena keluarganya berantakan kurang perhatian dan kasih sayang. Lebih parahnya lagi, pemenuhan kesenangan untuk mencapai kebahagiaan ini justru yang alih-alih menjadi salah satu penyebab utama rusaknya moral masyarakat, sehingga terjadi masalah kecanduan obat-obat terlarang, miras, penyakit sex karena gaya hidup bebas, pencurian, perampokan, korupsi, pembunuhan, dan tindakan kriminal lain yang dilakukan demi mendapatkan kebahagiaan, padahal yang diperoleh hanya kesenangan sementara.
Allah SWT berfirman pada Al-Qur’an surat Thaahaa ayat 124;
“dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Q.S.Thaahaa (20) : 124)
Rekan-rekan pencari kebahagiaan, pada surat Thaahaa diatas sebenarnya Sang Pencipta telah dengan jelas memberikan jawaban atas sumber dari semua permasalahan kebahagiaan. Allah SWT mengungkapkan rahasia penting bahwa pengabaian kita terhadap aturan-aturan dan peringatan-Nya akan mengakibatkan setidaknya dua bencana besar.
Yang pertama adalah kehidupan dunia yang sempit. Hidup dirundung banyak masalah, silih berganti dari satu masalah ke masalah yang lain. Hidup terasa sumpek, stres, ruwet, dan tidak kunjung bahagia padahal harta dan kekayaan sudah ditangan, jabatan penting sudah berhasil diraih, bahkan popularitas sudah pula diperoleh.
Yang Kedua adalah yang paling parah, yaitu sudah lah tidak mendapatkan kebahagiaan di dunia, di akhirat pun sudah pasti akan mendapat siksa. Kita akan dikumpulkan dan diazab serta dibuat buta diakhirat nanti. Naudzubillah min dzalik.
Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat memperoleh kebahagian hidup? Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S.An-Nahl (16) : 97).
Sudah sangat tegas penjelasan Allah SWT pada surat An-Nahl ayat 97 ini bahwa satu-satunya cara memperoleh kebahagiaan atau kehidupan yang baik itu adalah dengan mengerjakan amal-amal sholeh; yaitu taat pada seluruh aturan-Nya dan menjalankan segala perintah serta larangan-Nya.
Inilah konsep kebahagiaan yang hakiki; yaitu tujuan hidup kita di dunia ini, baik itu dalam belajar, bekerja, ataupun berusaha, hanya satu saja “mendapatkan ridho Allah SWT”.
Kekayaan, popularitas dan kekuasaan tidak lagi menjadi tujuan utama; sehingga terlepas apakah sebuah usaha kita berhasil atau gagal, kita akan tetap merasa bahagia karena tujuan utama kita dalam berusaha adalah mendapatkan ridho Allah SWT, bukan kekayaan, popularitas, ataupun jabatan semata.
Seberat apapun cobaan, kesulitan, dan penderitaan yang dirasakan, akan dapat dilalui dengan ikhlas, mudah, dan hati lapang; karena kita yakin Allah SWT akan membalas semua usaha itu dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Ini lah yang dimaksud dengan kehidupan yang baik pada surat An-Nahl (16) : 97 diatas, yaitu tercapainya kebahagiaan hakiki. Hidup jadi terasa ringan, mudah, simple, penuh makna, tidak sia-sia, dan tanpa beban, karena kunci kebahagiaan adalah bukan pada hasil tetapi pada cara mewujudkannya. Hati akan senantiasa ikhlas menerima apapun ketentuan Tuhan, karena yakin bahwa itu lah hasil terbaik yang diberikan Sang Maha Pengasih dan Penyayang.
Dengan konsep kebahagiaan hakiki ini, masalah ketidakadilan Tuhan yang saya kemukakan diawal tulisan ini dapat dengan mudah dipecahkan. Walaupun seorang manusia dilahirkan dengan kondisi cacat dan dari keluarga miskin sekalipun, atau semua usaha yang dilakukan berujung pada kegagalan dan penderitaan sekalipun, semua itu tidak akan membuatnya tidak bahagia dan putus asa apalagi sampai bunuh diri. Karena, sekali lagi, kebahagiaan hakiki diperoleh ketika ia berhasil mendapatkan ganjaran pahala atas apa yang diusahakannya; yaitu usaha yang dilakukan dengan dasar aturan-aturan yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai tambahan, dengan dilengkapi pemahaman yang baik dalam membedakan kesenangan dan kebahagiaan, kita jadi lebih pandai memilih kesenangan apa yang boleh dan baik untuk kita, sehingga pada akhirnya benar-benar tercapai kebahagiaan yang hakiki.
Akhirnya, agar kita selalu menjadi orang yang sukses, beruntung, bahagia, dan selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT, izinkan saya menutup tulisan ini dengan mensitir Surat Al-Baqarah (1) ayat 2-5 yang artinya; “Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) Mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, dan Mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan Mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Karena itu, jadilah orang yang bertakwa jika ingin bahagia!

seneng-

jiahh,,,
alhamdulillah,,seneng banget rasanya kalo denger temen-temen dah bisa dapet apa yang mereka pengen....
berhasil ketrima di universitas yang dipengen,bisa kuliah di jurusan yang diimpikan...
seneng banget rasanya...
ikut seneng lah buat keberhasilan kalian semua....

Yaaa,,walaupun aku sendiri belum bisa dapet yang aku pengen tapi setidaknya,denger kabar kalian berhasil tuh dah bisa jadi obat,dah bikin aku seneng,,,
seneng karena akhirnya kalian berhasil nglewatin tantangan itu...

hehehe...
Selamat ya,buat kawan-kawanku tersayang :)
SUKSES TERUS BUAT KE DEPANNYA....


dear you

friends,,,:)

tentang al-aqsha

Penjajah Zionis Akan Bangun Hotel di Atas Pemakaman Muslim Bersejarah
19 July 2013, 14:43.
YOGYAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Harian zionis Maariv mengungkapkan, pemerintah penjajah zionis ‘israel’ tengah mengembangkan rencana pembangunan hotel dan fasilitas terkaitnya di lingkungan pemakaman bersejarah Ma’Aman Allah di kota suci. Hotel dan beberapa bangunan lainnya akan dibangun di sebelah Selatan pemakaman dan berlawanan dengan sebuah museum yang mereka sebut Museum Toleransi yang juga didirikan di lokasi pemakaman.
Seperti dilaporkan oleh Middle East Monitor, harian itu mencatat, komite keuangan pemerintah penjajah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk proyek tersebut dan bekerja sama dengan perusahaan ‘israel’.
Terkait hal ini, Yayasan Waqaf dan Warisan Al-Aqsha mengatakan, skema itu adalah kelanjutan dari kejahatan yang dilakukan rezim zionis di atas permukiman tertua dan terbesar di Palestina. Otoritas zionis telah menggali ratusan kuburan untuk membangun sekolah dan taman bermain di wilayah itu. Yayasan juga mengatakan, sedikitnya ada delapan proyek baru yang direncanakan rezim zionis di wilayah pemakaman itu.* (MR/ Sahabat Al-Aqsha)

sumber: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=11581

7.16.2013

bang tere-

Membalas si pengolok-olok

16 Juli 2013 pukul 7:00
Saya tahu, ada banyak page dan profile di facebook, website, forum, milist yang isinya dipenuhi dengan orang memperolok-olok agama. Mentertawakan ayat2 Al Qur'an, mempermainkan agama.

Maka, tentu kita marah, kita emosi. Tapi ingat selalu, BERHENTI! Jangan pernah ditanggapi. Kalian harus tahu, di jaman Rasul Allah, orang2 ini juga sudah banyak, mereka tertawa-tawa menghina ayat2 suci. Dan Allah, tidak hanya sekali, melainkan berkali2 menurunkan penjelasan bagaimana menyikapinya, salah-satunya di Al An'am 68, saya tuliskan artinya sbb:

"Dan apabila kamu (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)."

Saya bukan ahli tafsir, saya ini ahli fiksi; tapi menurut hemat saya clear sekali perintah tersebut. Silahkan buka kitab suci, juga silahkan cek (sekarang ada banyak software searching ayat Al Qur'an, kalau kita bukan hafiz), ayat serupa dengan redaksi yang sedikit berbeda, juga ada di surah2 lain.

Apa kurangnya Nabi Muhammad sebagai orang yang bisa menjelaskan? Rasul Allah jelas memiliki segalanya, keyakinan, pengetahuan, tapi beliau tetap dilarang, justeru diperintahkan agar menahan diri. Apalagi kita? Saya tahu, kita tidak terima, gregetan, marah, ingin meluruskan, ingin membantah, ingin bilang tolong berhentilah mengolok2 agama ini, tapi jikalau Rasul Allah sendiri disuruh meninggalkan mereka, apalah artinya kita?

Jangan berkecil hati, jangan sedih. Orang2 ini akan terus ada di sekitar kita. Apalagi di dunia maya. Kita bahkan tidak tahu siapa orangnya, dia boleh jadi malah bikin 10 akun yg sama untuk memperolok2 agama. Orang2 pengecut ini boleh jadi memang sengaja memancing, memprovokasi, maka senanglah hati mereka jika ada yang terjebak dalam debat tiada manfaat. Senanglah mereka jika heboh, karena tujuan mereka tergapai.

Jangan tanggapi mereka, jika kita terganggu langsung remove/ban, unfriend, bangun benteng tangguh, lantas fokuslah memperbaiki diri. Tunjukkan ke sekitar bahwa agama justeru membuat kita memiliki ahklak yang baik. Tunjukkan kita amat mencintai agama ini.

Bagaimana membalas pengolok-olok ini? Diamkan saja. Biarkan mereka mengunyah kebencian mereka sendiri. Sedangkan kita terusss melesat maju.

 *Tere Lije

7.12.2013

jiaahh,,

*Doa sapu jagad

Hampir semua orang tahu doa ini: "Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqina 'adzaban-nar." Sejak kecil kita terbiasa mendengarnya. Bahkan orang2 yang tidak bisa membaca Al Qur'an sekalipun, dia bisa fasih membacanya. Doa sapu jagad. Doa pamungkas, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka".

Doa ini langsung diajarkan dalam Al Qur'an, di Al Baqarah 201. Lantas apa musabab doa ini diajarkan? Apa penyebab turunnya ayat tersebut. Juga sudah ada penjelasannya di ayat sebelumnya. Di Al Baqarah 200, "...... Maka di antara manusia ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apapun."

Dulu, sebagian orang2 Arab ketika kembali dari haji, singgah di Jamarat (tempat melempar jumrah), mereka hanya sibuk berdoa: "ya Allah, jadikanlah tahun ini penuh dengan hujan, kebun kami panennya melimpah, tahun penuh kebaikan dan keberkahan" namun mereka sama sekali tidak menyebut urusan akhirat. Orang2 yang hanya peduli atas urusan dunia saja. Maka atas kondisi tersebut, turunlah ayat 200 dan kemudian di susul ayat 201 Al Baqarah.

Tentu saja ayat dan doa ini relevan hingga hari kiamat. Tidak hanya bagi orang2 Arab lama itu. Penjelasannya juga relevan atas setiap kasus yang sama. Siapapun yang berdoa hanya untuk urusan dunia, maka itulah yang akan dia peroleh. Siapapun yang hanya berkepentingan dengan dunia, pun hanya itulah yang akan dia dapat.

Maka, mari kita kembangkan penjelasan dan analoginya. Termasuk, barangsiapa yang mencari ilmu pengetahuan hanya karena kepentingan dunia, maka hanya dunialah yang dia peroleh. Orang2 yang bekerja untuk kepentingan dunia, pun sama. Dan termasuk, orang2 yang menikah, berkeluarga hanya karena alasan dunia, maka itulah yang akan diperolehnya.

Akan berbeda kasusnya jika dilengkapi dengan pemahaman untuk kebaikan akherat, serta lindungilah kami dari azab neraka, maka dia pun akan memperoleh bagiannya. Sungguh: "Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah maha cepat perhitungannya." Al Baqarah 202.


*repppppppos

feee,,

*Kekuasaan, Kemuliaan & Kehinaan

Rasul Allah selalu berpikir yang terbaik untuk ummatnya. Tidak ada keraguan atas itu. Pemimpin yang paling mencemaskan kesejahteraan orang2 yang dipimpinnya adalah Rasul Allah. Maka, dalam suatu peristiwa, yang diriwayatkan Qatadah, Rasul Allah pernah memanjatkan permohonan agar dua kekuatan besar saat itu: Persia dan Romawi masuk dalam islam dan menjadi ummatnya kelak.

Tapi karena sejatinya tentu saja semua kekuasaan sesungguhnya berada di tangan Allah, maka turunlah firman Allah dalam Al Imran 26. Sebuah kalimat yang sepertinya banyak orang tahu, pun seringkali dijadikan bacaan shalat, juga bacaan doa. Sebuah kalimat yang akrab di telingan kita.

Kalimatnya dalam bahasa Arab indah sekali. Here we go: quli allaahumma maalika almulki tu/tii almulka man tasyaau watanzi'u almulka mimman tasyaau watu'izzu man tasyaau watudzillu man tasyaau biyadika alkhayru innaka 'alaa kulli syay-in qadiirun.

Terjemahan doa tersebut adalah: Katakanlah (Muhammad): "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Allah mengingatkan dalam ayat ini tentang hakikat kekuasaan, kemuliaan, dan kehinaan. Apapun itu, maka sungguh Allah yang berhak penuh menentukan urusan manapun. Mutlak.

Maka, tidakkah ayat ini menjelaskan banyak hal bagi kita. Pemahamannya terus relevan hingga kapanpun. Ketika ada seseorang yang berkuasa, maka itulah ketentuan Allah, mudah saja bagi Allah mengangkat siapapun di muka bumi ini memiliki kekuasaan. Ada tukang sapu yang menjadi presiden, ada pandai besi yang menjadi raja, pun yatim piatu miskin yang menjadi jenderal perang. Diantara penguasa2 itu, ada penguasa yang bertindak lurus dan amanah. Juga ada penguasa yang zalim nan aniaya. Apapun mereka, Allah yang memberikan kekuasaan tersebut, dan jelas, bagi penguasa yang penuh rasa syukur, dia akan paham detik kapanpun Allah berkehendak, kekuasaannya musnah bagai kabut disiram cahaya matahari pagi. Bagi penguasa yang zalim, mungkin tidak akan masuk diakal dia--karena bahkan dia merasa segala sesuatu itu berkat hebatnya dia sendiri, merasa dialah pemilik kekuasaanya; tapi dia mau atau tidak menerima fakta tersebut, sekali Allah mengambil kekuasaannya, musnah sudah seluruh kekuasaannya bagai debu disiram air bah. Tak bersisa. Bahkan tidak diingat lagi oleh generasi berikutnya. Terhapus dalam memori sejarah.

Aduhai, pun sama penjelasannya, bagi siapapapun yang sekarang sedang memiliki kemuliaan, itu sungguh bukan karena kita mulia. Kita pintar, lantas disanjung2 orang sekampung, itu bukan kemuliaan milik kita. Kita tampan/cantik, lantas dipuji2 orang sekecamatan, sekali mengerling, satu RT terperangah, itu jelas bukan kemuliaan milik kita. Pun kita kaya raya, lantas orang lain membungkuk2 hormat, orang bisa diatur-atur, itu sungguh bukan kemuliaan kita. Mana ada rumusnya, kita terkenal, populer, keren, berpengaruh gara-gara kita. Nggak ada. Sampai kapanpun, hingga sepersejuta milipun, tidak ada. Itu sungguh kehendak Allah saja.

Maka, pahamilah situasinya, pahamilah hakikatnya, agar kita bisa selalu bersyukur. Karena bagi Allah, mudah saja mengambil semua kemuliaan itu, mencabutnya, lantas menyiram kita dengan seluruh kehinaan. Tiada sifat sombong yang bisa melekat pada manusia, sifat pongah, congkak, merasa lebih baik. Bahkan jika Allah tidak melakukannya langsung di muka bumi, seluruh kekuasaan, kemuliaan dan kehinaan itu akan diperhitungkan di hari penghabisan. Toh, sehebat, semulia apapun kita, tetap akan mati, kalah oleh waktu, jadi bagaimana mungkin kita merasa itu semua milik kita.

Itulah hakikat kekuasaan, kemuliaan dan kehinaan, ayat ini adalah doa, memang tidak langsung terlihat permohonannya, tapi menyerukan, menyadari hakikatnya, jelas berarti kita menyerahkan segala urusan kepada Allah. Wahai Allah, di tangan Engkaulah segala kebajikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.


*repos

lagi-lagi harus kembali ngucapin ALHAMMDULILLAH...

-ALHAMDULILLAH 'ALA KULLI HAAL-

Ya,,,lagi-lagi harus nelan kecewa lagi..
kemaren habis ditolak SBMPTN,trus sekarang dapet kabar lagi..
seleksi ke Al azhar mesir dibatalin...
yaa,, mau gimana lagi semua dah terjadi sekarang cuma berharap bisa dapet yang terbaek,,
ya,pengganti yang terbaik  dari yang paling baik..

ya,,mungkin emang harus gini jalannya,
harus banyak ujian yang dilalui,namanya juga hidup kan??//
--life is never flat--
gitu kata pepatah jadi yaa,,kalo ada cobaan yang datang ya wajar aja kan?//
hanya tinggal berusaha bersabar,tawakkal,semua akan indah,,,


*memahami arti keadilan Tuhan:)

7.11.2013

23 juni 2013

pas itu hari ahad,,,,
tepat 18 tahun umurku--
sedih,,,ngerasa udah tua deh,,
makin berkurang juga jatah hidup di dunia sedangkan berbuat baik ja masih jarang-jarangan...
huaaaa,,,
pas itu gak ada yang istimewa se,,
yah,sekedar kumpul-kumpul bareng keluarga,,
cerita-cerita ma adek,,,
yah,setidaknya bersyukurlah masih bisa kumpul dengan orang-orang tersayang...

pas itu juga akk dapet kado dari sahabat-sahabtku,,,


ini dapet dari AFIFAH SHOLIHA



Ini juga dari afifah sholiha,dikirim lewat paket,,,

ini notenya dr AFIFAH,coklatnya dari NANDA QONITAH,gelangnya dari USTADZ ALIMIN+UMI FATIM

INI dari afifah juga,,,

ini gelangnya dari pak alimin ma umi fatim...

silver queen dari NANDA QONITAH

INI juga dari nanda qonitah,,,
 yah,,,
thankz  ya buat kalian semua,,,
muakasih banyak buat do'a,dan dukungannya ya reek...

oh iya ini juga ada ucapan dari temen-temen via sms..









hahahaha,,,
thankz y reekk buat semuanya...
kesempatan terindah bisa kenal kalian....

#hmm,,